Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-11 02:37:22【Tempat Makan】709 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(75443)
Artikel Terkait
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- 1.938 pelajar di pulau penyangga Batam mulai dapat MBG
- BGN Pasaman Barat apresiasi SPPG yang mulai bagikan MBG
- BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG
- 11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan
- Pemkab Bogor mantapkan infrastruktur dan sertifikasi dapur MBG
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- Pemerintah tegaskan AS ngak larang impor udang dan cengkeh asal RI
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- Bangka Tengah bagikan menu MBG bagi 2.717 pelajar
Resep Populer
Rekomendasi

Resep roti tawar rasa kopi ala Roti O, cocok untuk sarapan dan ngopi

KBRI Yangon apresiasi kemenangan Garuda Pertiwi atas Makau

Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia

Perjuangan layanan MBG di Pulau Belakangpadang Batam

Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE

BGN datangkan ahli gizi dari daerah lain untuk SPPG di Manokwari

Dapur SPPG MBG Polres Blora layani 2.515 penerima manfaat

KBRI Yangon apresiasi kemenangan Garuda Pertiwi atas Makau